Wednesday, August 27, 2014

Bimbang

Peluang bisa datang dan pergi dengan cepat. Tergantung apakah kamu mampu memanfaatkannya dengan baik atau tidak. Terkadang ada kalanya satu hal harus dikorbankan demi memperoleh hal yang lain. Yang manakah yang sekiranya menjadi prioritasmu?

Ada waktunya bagimu untuk mengambil, ada waktunya bagimu untuk menolak. Ada waktunya untuk bertindak, ada waktunya untuk berdiam.

Jujur saja saya tidak tahu mana yang terbaik, atau paling tidak lebih baik dari yang lain.

Saya mungkin bukan seorang yang terlalu loyal untuk urusan pekerjaan. Ketika ada yang menawari lebih baik, apakah bertahan tetap merupakan sebuah pilihan? Atau berpindah ke tempat yang baru dengan segala resiko yang ada.

Entahlah.

Bimbang.

Monday, August 25, 2014

Kenal?

" Ooooh, Herry yang penulis hgsstory itu ya? "

Jujur saya tidak pernah terlalu mempublikasikan blog ini. Dan rasa-rasanya blog ini juga tidak terlalu terkenal-terkenal amat. Selain isinya yang memang ga terlalu istimewa, update pun belakangan sudah semakin jarang seiring dengan menikahnya sang empunya blog. Padahal baru nikah ya, lom punya anak. :p

Tapi saya suka heran setiap kali saya dikenali karena tulisan saya. Paling tidak, ternyata blog ini masih lebih lumayan dikenal lah dibanding jurnal paper yang kesannya ilmiah2 gitu. Ga pernah saya ketemu satu orang kemudian mereka mengenali saya sebagai penulis jurnal ini dan itu.

Untuk pembaca setia disana, kalau masih ada. Izinkan saya sampaikan ucapan terima kasih saya untuk anda semua.... =)

Monday, August 18, 2014

Sesuatu yang Berubah

Sepuluh tahun lalu, saya menginjakkan kaki ke tanah kecil ini. Tanah Singapura. Sesuatu yang telah mengubahkan hidup saya sampai saat ini.

Tak terasa sepuluh tahun sudah lewat, dan itu artinya saya sudah menua. Hiks. 

Kalau dulu sih saya masih sering bertingkah lugu, belagu, dan penuh dengan aneka kesombongan di masa muda. Biasa lah... Rasa ingin diakui yang masih sedemikian menggebu-gebu. Kalau sekarang, ya menggebu-gebu sih masih kadang-kadang... tapi ya sudah bisa lebih kalem lah biar kesannya uda lebih bijak githu deh, padahal mah GJnya tetep aja. Tapi ingat, GJ dan sombong itu dua hal yang berbeda.

Kalau dulu wanita-wanita yang kurang beruntung itu mengabaikan saya, ya sekarang tidak apa juga sih. Toh ternyata di dunia ini masih ada wanita cerdas yang bisa memilih dengan bijak menelaah kualitas yang ada dalam diri saya. Cieh. (Tuh kan masih ada belagu2nya si Herry). :p

Kalau dulu badan kurus kering kayak kurang makan. Eh skrg malah badan gemuk karena kebanyakan makan dan diomelinlah sama istri. Memang yah... segala sesuatu ada masanya.

Kalau dulu kerja dapet duit hasil dari kerja part time yang sebenernya sedikit, rasanya uda gimana gitu. Ya gimana nggak, biar dikit kan dollar githu loh. Sekarang ya, dapet duit itu uda wajib hukumnya. Kalo ga gimana tuh dapur bisa tetep ngepul?

Hidup itu penuh dengan perubahan. Sepuluh tahun dari sekarang, saya bahkan tidak tahu apa yang akan saja jalani. Terus tersenyum dan bersyukur senantiasa. Rancangan Tuhan pasti baik adanya.

Amin

Sunday, August 3, 2014

Melesat

Ketika saya lulus PhD di usia 24 tahun, ternyata tidak sebegitu mudahnya untuk mencari kerja. Kenapa? Selain masalah izin tinggal yang mana status saya saat itu masih seorang siswa, sepertinya kebanyakan orang meragukan kemampuan anak muda ini. Mana bisa dia bekerja dengan baik? Usianya masih terlalu muda. He is just too young to be called a Doctor. :p

Memberi gaji yang rendah? Mustahil juga. Katanya masa iya kita memberi gaji doktor segitu rendahnya. Semuanya jadi serba salah. Buah simalakama. =(

Ketika ada perusahaan yang akhirnya mau menerima saya, perlahan saya pun membangun karir dan reputasi. Jujur saja starting salary saya tidaklah tinggi untuk ukuran seorang dengan gelar Doktor. Tapi tak apa. Saya tetap meniti karir sedikit demi sedikit. Mudah? Tentu saja tidak. Malah tak jarang tekanan yang secara tidak langsung menghantui yang salah satunya adalah ekspektasi tinggi yang mengikuti saya terkait gelar yang saya miliki.  

Kini sudah 3.5 tahun saya berkecimpung sebagai full time di dunia pendidikan. Masih relatively sebentar memang. Namun jika saya menelaah, ternyata saya sudah melesat cukup jauh dibanding teman-teman saya. Meski saya sempat berpindah bidang dan memulai dengan gaji biasa2 saja, ternyata gaji saya sudah melebihi mereka yang memulai karir di bidang riset ataupun engineering dalam waktu yang relatively sebentar. Sungguh itu berkat Tuhan yang luar biasa.

Saya sadar sepenuhnya bukanlah talenta yang membuat saya berkembang cepat. Integritas dan kerja keras dan ketakutan akan Tuhan adalah kuncinya. Jika saja saya tidak berusaha lebih banyak dibanding rekan-rekan sekerja saya, rasa2nya karir saya toh masih akan disitu-situ juga. 

Sejak kecil saya belajar untuk tidak menyerah pada keadaan. Sebuah pesan yang sering diberikan orang orang tua saya kepada saya. Jangan mudah menyerah bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Itulah yang kemudian saya terapkan, hingga saat ini.

Jadi sudah sukses Her ceritanya? :p Tentu saja tidak. Saya masih bukan siapa-siapa. Perjalanan saya masih panjang. Gimana bisa sukses kalo rumah pun saya masih ngontrak? Hehehe.... 

Saya percaya makna sukses bukan sekedar dinilai dari materi, tapi dari sebuah perjuangan, tekad untuk mencapai cita-cita, sambil memberi pengaruh bagi rekan-rekan di sekitar saya di dalam proses itu. Dan saya percaya saya sudah berada di jalan yang benar untuk menuju kesana.

Semangat.

Wednesday, July 30, 2014

Medioker

Orang yang dibenci itu biasanya karena mereka terlalu bagus atau mereka terlalu buruk. Jarang orang medioker yang merasakan kebencian. Kenapa? Kalau diilustrasikan dalam data statistik distribusi normal, kalangan medioker itu adalah kalangan paling dominan. Mereka itu kalangan mayoritas.

Orang yang terlalu buruk dibenci karena mereka biasa menimbulkan masalah di dalam grup. Mereka memperlambat proses dalam sebuah tim. Kenapa hal seperti itu saja bisa tidak beres? Kenapa proses ini itu begitu lambat? Orang yang berada dalam kategori ini biasanya malas, kurang motivasi, dan mengganggu kinerja tim. Dan wajar bahwa mereka kemudian tidaklah disukai.

Orang yang terlalu bagus biasanya dibenci karena orang lain iri kepada mereka. Mereka lebih baik daripada orang kebanyakan. Dan orang-orang pun mulai bertanya kenapa ia bisa mencapai prestasi ini itu? Kenapa ia bisa mendapat gaji lebih tinggi dengan kerja yang sama? Kenapa ia bisa mengalami kenaikan karir yang sedemikian cepat? Kenapa orang-orang menyukai dia? Kenapa?

***

Dimana posisi kamu sekarang, sebenarnya itu tergantung dari pola pikirmu.

Apakah kamu merasa sulit menjadi kategori orang yang berbeda. Berada di tengah-tengah sepertinya memberikan "kedamaian". Cukup puas untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja. Untuk apa bekerja lebih keras?

Ataukah kamu seorang yang selalu optimis, ingin mencapai standard yang lebih tinggi, bekerja lebih keras, dan ingin meraih lebih banyak. Dengan penuh kesadaran bahwa orang-orang mungkin tidak menyukaimu karena kegemilanganmu?

Kamu berhak memilih.

Sunday, July 27, 2014

Makna Sebuah Perjuangan Kawalpemilu

Ketika saya diajak untuk bergabung, saya tidak tahu bahwa semua yang kami lakukan akan memiliki dampak dan kebanggaan yang begitu besar bagi masyarakat bangsa kami. Saya hanya melakukan hal-hal sederhana, dengan modal ketulusan dan kerelaan hati. Saya ingin melakukan hal kecil yang sekiranya bisa saya lakukan daripada sekedar mengumbar banyak kata-kata di social media, ataupun mengeshare berita yang simpang siur kebenarannya. Pada akhirnya saya bahagia menjadi bagian kecil dari tim ini. Tim kawalpemilu.

Kami membangun sebuah sistem crowdsourcing untuk menginput data hasil scan C1 yang diunggah KPU di website resminya. Jumlahnya yang mesti kami input pun dahsyat, lebih dari 500,000 TPS yang tersebar di seluruh tanah air. Wow. Dan ketika saya masuk, data masih banyak yang kosong melompong. Well, ternyata rakyat Indonesia banyak juga ya, pantes susah ngurusnya. :p

Sungguh 500,000 bukanlah sebuah angka yang sedikit. Namun dengan gotong royong dan kerja keras, angka itu pun terasa ringan.

Sejenak, situs kami pun menjadi tenar. Ainun Najib menjadi bintang yang masuk ke surat kabar, media massa, bahkan media internasional. Ga nyangka juga, pria bertubuh kecil yang dulu tinggal di asrama yang saya dengan saya di hall 5 di NTU, jadi setenar itu sekarang. Hehehe.....

Jujur saja...
Baru kali ini fenomena Pemilu menjadi seseru ini.
Baru kali ini urusan Pemilu membuat saya jadi sesibuk ini.
Baru kali ini apa yang saya kerjakan dapat sorotan dari seluruh masyarakat Indonesia.

Saya ingin melakukan hal-hal kecil ketika orang masih bermimpi besar.

Terima kasih untuk dukungan masyarakat Indonesia untuk situs kawalpemilu. Besar harapan saya untuk bisa berkontribusi untuk kegiatan kawal lainnya: kawalpresiden, kawalapbn, kawaldpr, dan lain sebagainya.

Jangan berhenti bermimpi. =)

Thursday, June 12, 2014

Heboh

Nama Jokowi dan Prabowo kian sering menghiasi media sosial di tanah air. Halaman facebook saya pun kian diramaikan dengan share berita ini itu yang memberikan dukungan pada jagoannya. Sejauh ini saya terhitung tidak banyak bersuara di media sosial. Tidak pernah juga sekalipun saya share berita-berita seputar hal itu di halaman facebook saya.

Apatis? Mungkin saja. Meski saya lebih suka disebut sebagai moderat.

Kalaupun ada dukungan yang cukup kentara, itu pun melalui penilaian saya atas hasil debat presiden pertama, yang menurut saya dimenangkan kubu Jokowi-JK secara telak. Tentu saja itu berdasarkan penilaian pribadi saya. Orang lain boleh saja setuju, boleh juga tidak.... =)

* * *

Piala Dunia akan segera dimulai dalam hitungan jam. Biasanya sih hingar-bingarnya di Indonesia luar biasa dashyat kalau saja dilangsungkan tidak bersamaan dengan Pilpres. 

Tim yang saya dukung kali ini? Hmmm, untuk kali ini sepertinya sih saya pilih Brazil yang akan keluar sebagai juara dunia. Faktor dia sebagai tuan rumah, plus kenyataan bahwa belum pernah ada tim Eropa yang berhasil juara dunia ketika dilangsungkan di benua Amerika membuat Brazil unggulan kuat. Tim Amerika Selatan lainnya: Argentina ataupun Uruguay... sepertinya cukup sulit untuk juara di Brazil, tapi entahlah.

Kalaupun ada tim Eropa yang berpeluang juara, saya menilai hanya Spanyol ataupun Jermanlah yang berprospek cukup kuat. Italia, Inggris, Perancis sepertinya tidak cukup peluang besar melihat skuat yang mereka miliki saat ini tidak cukup wah untuk itu. Biasanya sih saya suka tim Italia. Tapi secara obyektif saja, peluang Italia kali ini tidaklah besar, terlepas dari statusnya sebagai runner-up piala Eropa 2012. 

Bola itu bundar. Siapa yang berani taruhan Yunani bisa juara piala Eropa 2004? Siapa juga yang memperhitungkan Denmark bisa juara Piala Eropa 1992? Siapa tahu saja ada tim yang tidak pernah diduga-duga dan disangka-sangka tahu2 muncul di final piala dunia. Ya, kita nikmati saja....