Wednesday, October 22, 2014

Mendorong Kreativitas

Memang benar, sesuatu yang berulang sepertinya menjadikan kreativitas saya mulai berkurang. Saya perlu inspirasi baru di tengah-tengah rutinitas yang saya jalani. Aktivitas baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, atau sekedar perjumpaan dengan orang-orang baru. Karena melakukan hal yang itu-itu saja akan terkesan terlalu mainstream.

Ada masukan?






Tuesday, October 7, 2014

Intangible Asset

Dalam hidup memang tidak semua hal bisa dihitung dengan untung rugi. Lost or benefit. Ada begitu banyak hal-hal lain yang seringkali menjadi pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan.

Memang benar bahwa tidak semua hal bisa dinilai secara materi. Dan sesuatu yang tak ternilai itu pun menjadi value atau nilai dalam kehidupan seseorang. Ada yang meletakkan value idealisme begitu tinggi. Ada yang meletakkan value relationship begitu tinggi. Ada yang meletakkan value integritas begitu tinggi.

Apakah yang menjadi value hidupmu? Entahlah. Hanya kamu yang bisa menjawabnya.

* * *

Dalam dunia kerja, value dari intangible asset ini begitu samar. Jabatan, prestise, pengalaman, skill baru, decision power? Seberapa besar hal-hal itu berarti bagi seorang pekerja?

Ketika kamu mengalami "promosi", apakah hal baru yang kamu dapat? Skill barukah? Kenaikan gajikah? Kuasa yang lebih besar dalam membuat keputusan? Atau hanya sekedar tanggung jawab yang bertambah? Apakah prestige jabatan atau job designation itu penting buatmu?

* * *

Hidup itu penuh dengan perubahan dan semua orang mengininkan perubahan yang progresif tentunya.

Ketika kamu tidak melihat perubahan yang progresif mungkin terjadi dengan kondisi yang sama. Itulah saatnya mempertimbangkan segala opsi lain yang ada. =)

Thursday, October 2, 2014

Loyalitas

Ketika saya melihat seorang karyawan yang bertahan sedemikian lama di perusahaan yang sama, ada beberapa kemungkinan yang sebenarnya terjadi.

Apakah perusahaan itu memang sedemikian bagus, memberikan kesejahteraan dan kenyamanan kerja bagi para karyawannya?

Atau memang si karyawan yang begitu berpengaruh di dalamnya, sehingga ia memang begitu dipertahankan untuk tetap berada disana?

Atau mungkin sang karyawan tidak cukup bagus, terpaksa bertahan disana karena dia tidak punya pilihan lain atau paling tidak, ia enggan untuk mencari peluang lain?

Memasuki beberapa perusahaan dan lingkungan kerja yang berbeda, saya menemukan bahwa alasan terakhir adalah yang paling umum.

Pada dasarnya, setiap perusahaan itu mengharapkan 3 hal utama dari setiap karyawannya: rajin, jujur, dan juga loyal. Kebanyakan hanya akan bisa memperoleh maksimum 2 dari 3 hal itu.

Karyawan yang jujur dan loyal, biasanya tidak pintar.
Karyawan yang pintar dan loyal, biasanya tidak jujur.
Karyawan yang jujur dan pintar, biasanya tidak loyal.

Mungkin dalam hal pekerjaan, saya termasuk kategori yang ketiga.

Random

Kehidupan sehari-hari belakangan ini seperti diliputi kegalauan akut. Belum adanya kepastian akan hari depan memang cukup membuat saya agak harap-harap cemas. Apa yang sebenarnya saya cari?

* * *

Perpolitikan di Indonesia sedang panas. Urusan Pilkada langsung dan tidak langsung. Urusan tohok menohok politik yang semuanya mengaku atas nama rakyat. Entah rakyat yang mana.

* * *

Murid-murid sebentar lagi ujian. Terlepas dari segala gejolak naik turun yang ada di dalam perusahaan ini, saya hanya punya satu prinsip sederhana: tetap lakukan yang terbaik untuk client yang saya servis. Tidak mudah memang.

* * *

Klub-klub yang saya dukung sedang angin-anginan bahkan tak jarang mengalami kekalahan yang tidak terduga dari klub semenjana. Ach. 

* * *

Indonesiameraih medali emas kedua di Asian Games. Setelah ganda putri, kini ganda putra. Secercah embun di tengah dahaga prestasi olahraga di tanah air. Dan kemudian dapat emas lagi dari lompat jauh. Hebat. Sudah 3 emas. Itu baru namanya mengharumkan nama bangsa.

* * *

In contact dengan orang-orang yang sudah lama tidak saya temui. Hmm, cukup menarik memantau perkembangan yang mereka alami sekarang. Dan saya mulai merasa saya tidak banyak membuat kontak dengan orang baru selama beberapa bulan ke belakang. Wew....

* * *

Kebahagiaan itu seharusnya sederhana. Meski pada prakteknya tidaklah sesederhana itu. 

Saturday, September 20, 2014

Pembuktian?

Saya berada dalam posisi tidak untuk membuktikan apapun. Paling tidak, saya tidak merasa perlu untuk itu. Tidak ada lagi sesuatu yang bisa saya kejar dengan bertahan di tempat dimana saya berada saat ini. =)

Sudah saatnya berpikir untuk melangkah maju, menuju sebuah pekerjaan baru yang lebih baik. Empat tahun bergelut sebagai guru les adalah sebuah pengalaman dan modal yang berharga. Baik secara teknikal maupun secara finansial.

Langkah selanjutnya? Kita tunggu saja....

Sunday, September 14, 2014

Action

When you are not happy with a situation, you have two options:
1. accept it and stay cool with it, or
2. try to put yourself a better situation.

Complaining about what happening will not make any good. You become more unhappy, yet you are not in a better situation..... =)

Thursday, September 11, 2014

Mengapa?

Mengapa karyawan yang baik justru pergi dan karyawan yang medioker atau bahkan cenderung lambat justru bertahan lama? =(

Jujur saja saya tidak sekali dua kali merasa frustasi dengan ketidakmampuan perusahaan merekrut orang-orang yang berkualitas, atau paling tidak untuk mempertahankan orang-orang yang capable dalam pekerjaannya. Mengapa orang yang berkualitas bagus justru pergi, sementara orang-orang “biasa” yang cenderung memperlambat tempo pekerjaan justru bertahan lebih lama? Apakah ada yang salah dalam perusahaan? Atau memang kultur perusahaan memang sudah terbentuk seperti itu?
Sebuah organisasi bisa berkembang tergantung dari visi misi dan yang terpenting realisasi yang dikerjakan oleh pihak management. Bukan dari janji-janji… yang tidak pernah terbukti.

Ach sudahlah....