Saturday, September 20, 2014

Pembuktian?

Saya berada dalam posisi tidak untuk membuktikan apapun. Paling tidak, saya tidak merasa perlu untuk itu. Tidak ada lagi sesuatu yang bisa saya kejar dengan bertahan di tempat dimana saya berada saat ini. =)

Sudah saatnya berpikir untuk melangkah maju, menuju sebuah pekerjaan baru yang lebih baik. Empat tahun bergelut sebagai guru les adalah sebuah pengalaman dan modal yang berharga. Baik secara teknikal maupun secara finansial.

Langkah selanjutnya? Kita tunggu saja....

Sunday, September 14, 2014

Action

When you are not happy with a situation, you have two options:
1. accept it and stay cool with it, or
2. try to put yourself a better situation.

Complaining about what happening will not make any good. You become more unhappy, yet you are not in a better situation..... =)

Thursday, September 11, 2014

Mengapa?

Mengapa karyawan yang baik justru pergi dan karyawan yang medioker atau bahkan cenderung lambat justru bertahan lama? =(

Jujur saja saya tidak sekali dua kali merasa frustasi dengan ketidakmampuan perusahaan merekrut orang-orang yang berkualitas, atau paling tidak untuk mempertahankan orang-orang yang capable dalam pekerjaannya. Mengapa orang yang berkualitas bagus justru pergi, sementara orang-orang “biasa” yang cenderung memperlambat tempo pekerjaan justru bertahan lebih lama? Apakah ada yang salah dalam perusahaan? Atau memang kultur perusahaan memang sudah terbentuk seperti itu?
Sebuah organisasi bisa berkembang tergantung dari visi misi dan yang terpenting realisasi yang dikerjakan oleh pihak management. Bukan dari janji-janji… yang tidak pernah terbukti.

Ach sudahlah....

Sunday, September 7, 2014

Tantangan

Galau dengan persoalan yang serupa. Bukan sekali dua kali ini saya mengalami masalah yang serupa. Sepertinya saya membutuhkan sebuah tantangan baru..... lagi. =(

Saya sudah pernah mengalami hal yang sama. Ketika dulu saya menjalani masa PhD, dan dengan begitu cepat saya memperoleh publikasi ilmiah. Satu dua tiga dan empat. Dan perlahan, sepertinya pencapaian publikasi pun jadi terasa biasa. Semu. Ketika memang rasanya tak ada lagi yang mungkin dikejar dalam sisa waktu PhD, saya pun memilih untuk lulus saja. Bermodalkan gelar doktor, berharap untuk mulai meniti karir di sebuah bidang yang sepenuhnya baru bagi saya waktu itu: edukasi.

Memasuki lingkungan kerja, hal yang serupa pun berulang. Mengerjakan project, memperoleh banyak murid, memperoleh posisi yang sebenarnya lumayan aman dan nyaman. Dan sampai disitu, sepertinya sudah tidak banyak lagi peluang untuk berkembang di dalamnya. Kebetulan memang perusahaan tempat saya bernaung ini memang bukanlah perusahaan yang terlalu besar. Kemungkinan perkembangan lebih lanjut pun tidak terlalu signifikan. Apalagi jika menilik orang-orang lain yang memang sudah bertahan lebih lama. Apakah saya hanya akan mau menjadi seperti mereka? Setelah menjadi penulis buku di akhir tahun ini, selanjutnya apa?

Apakah sudah saatnya mencari tantangan baru? Entahlah. Saya pun masih belum bisa menjawabnya untuk saat ini.

Saturday, September 6, 2014

Tough

I never know that teenager's life in Singapore is this tough.

What happened in Junior College is really scary. So much stuff to remember and to learn in such young age.

Well, maybe I should be happy that I was not born in this country. At least, I only feel the suffer when I taught the syllabus and I don't need to suffer the panic attack during my teens era. Maybe I should be thankful that through Indonesian education system, I have more scattered knowledge in various subjects. At least I can know a bit about accounting, a bit about economics, a bit about history, a bit about geography, a bit computer programming, and even a bit of music. A privilege that not possessed by many Singaporean students.

And here I am. Maybe I never be really master or expert in one single area, but I am versatile enough to learn new stuff. Good and bad at the same time. =)

Wednesday, August 27, 2014

Bimbang

Peluang bisa datang dan pergi dengan cepat. Tergantung apakah kamu mampu memanfaatkannya dengan baik atau tidak. Terkadang ada kalanya satu hal harus dikorbankan demi memperoleh hal yang lain. Yang manakah yang sekiranya menjadi prioritasmu?

Ada waktunya bagimu untuk mengambil, ada waktunya bagimu untuk menolak. Ada waktunya untuk bertindak, ada waktunya untuk berdiam.

Jujur saja saya tidak tahu mana yang terbaik, atau paling tidak lebih baik dari yang lain.

Saya mungkin bukan seorang yang terlalu loyal untuk urusan pekerjaan. Ketika ada yang menawari lebih baik, apakah bertahan tetap merupakan sebuah pilihan? Atau berpindah ke tempat yang baru dengan segala resiko yang ada.

Entahlah.

Bimbang.

Monday, August 25, 2014

Kenal?

" Ooooh, Herry yang penulis hgsstory itu ya? "

Jujur saya tidak pernah terlalu mempublikasikan blog ini. Dan rasa-rasanya blog ini juga tidak terlalu terkenal-terkenal amat. Selain isinya yang memang ga terlalu istimewa, update pun belakangan sudah semakin jarang seiring dengan menikahnya sang empunya blog. Padahal baru nikah ya, lom punya anak. :p

Tapi saya suka heran setiap kali saya dikenali karena tulisan saya. Paling tidak, ternyata blog ini masih lebih lumayan dikenal lah dibanding jurnal paper yang kesannya ilmiah2 gitu. Ga pernah saya ketemu satu orang kemudian mereka mengenali saya sebagai penulis jurnal ini dan itu.

Untuk pembaca setia disana, kalau masih ada. Izinkan saya sampaikan ucapan terima kasih saya untuk anda semua.... =)