Tuesday, July 14, 2009

Ketika Jadwal Hidup Mulai Seru

Jadwal saya belakangan ini menjadi padat. Bukan lagi padat dengan jadwal eksperimen tentunya sebagaimana terjadi di tahun pertama saya. Tapi kali ini dipadatkan oleh aneka rupa kegiatan-kegiatan di luar PhD.

Dari dunia lab, kerja tentu tetap saja tiada henti. Sample preparation and testing, cell work and biosensing, prepare new experiment protocol for new project, read journal paper, mencari price quotation utk chemical product, discuss project dgn collaborator, de el el.

Sementara jadwal kedatangan freshie postgrad telah mendekat and I really hope this new program can be settled well. Terlepas dari segala kesibukan yang saya lakukan di lab, this job is also my responsibility lor. Try to settle everything with ISC and also with the hall IC.

Pekerjaan tuition pun turut menambah aneka aktivitas saya di luar lab. Prepare materi untuk mengajar. Atau paling tidak belajar something untuk ditransferkan ke murid tuition saya. Ya guru juga manusia biasa yang ga bisa mengingat semua materi secara seketika.

Sementara beberapa teman baik saya akan datang dari luar negeri, ada yang dari Indonesia ada pula yang dari Malaysia. So, I also want to spend time with them of course.

Enchanting Indonesia ada di hari weekend ini. Mau ikut juga. Terus ada PLRT tutoring. Film Harry Potter turut menggoda. Dan weekend ini... ada turnamen nasional scrabble. Wew.

Apa mungkin hidup saya ini jadi terlalu seru?

Sunday, July 12, 2009

Antara Dua Herry

Bagaimana jadinya jika dua orang Herry, dengan begitu banyak persamaan... tinggal di dalam satu rumah? Mungkin kamu juga bingung, memang ada Herry yang lain ya?
Dan kamu tahu, bagi banyak orang cara membedakan kami pun sebenernya sulit...

Herry itu loh, yang anak NTU...
Dua-duanya anak NTU.

Herry yang biasa pergi ke gereja...
Dua-duanya pergi ke gereja kok.

Herry yang jurusan Biologi....
Err, jurusan dua-duanya pun Biologi.

Herry yang jayus...
Dua-duanya jayus kok.

Ok d', saya menyerah. Yang ini ga mungkin sama. Herry yang pemain scrabble.
Dan sayang sekali karena dua-duanya ternyata adalah pemain scrabble. =_=

Jadi tahukah kamu bagaimana cara untuk membedakannya?

Jawabannya...

Herry yang tampan
.
.
dan yang lebih tampan.

Yeah.

Saturday, July 11, 2009

Just Who I am

I know I may not be the best. I may not be that excellent. I may not be that perfect. I may not be good enough. I may be too confident in many aspect. I may be too honest in answering question without any diplomatic twist. Yes, I may be anything that you think about me. However, this is just who I am.

I just wanna try my best in everything I do. I just feel satisfied whenever I have done my full effort. And I don't like to leave any regret in my past.

That's why I will answer everyone who ask me " How are you Herry?" I always answered by "Great" or"Amazing". Even though I may just receive a bad news. Even though actually nothing too special happen in my life.

Every single point of time.... is a precious moment.
Every single meeting with a person... is precious circumstances.


~HgS~
Just a random toughy in my melancholic mode

Wednesday, July 8, 2009

Pada Akhirnya

Malam ini kami berkumpul bersama untuk makan-makan. Jarang-jarang kami kumpul seperti ini. Kami... segenap anggota lab. Ups... tidak semua tentunya karena atasan kami tidak ada disana.

Sebuah peristiwa langka. Yang setahun terjadi mungkin tak lebih dari dua kali. Dan peristiwa langka itu tentu terjadi karena sebuah momen yang langka juga tentunya. Sebuah momen yang bernama.... perpisahan.

Pada akhirnya, satu anggota lab telah memutuskan untuk pergi. Meninggalkan dunia riset. Memasuki sebuah dunia lain yang lebih diinginkannya. Sebuah dunia yang lebih memungkinkan dirinya untuk berinteraksi dengan lebih banyak orang.

Sebuah dunia baru dengan pekerjaan baru.... mengajar.

* * *

Malam ini...

Kami bercengkrama.

Kami berceloteh.

Kami tertawa.

Di saat-saat akhir kebersamaan kami.

Dan pada akhirnya, melalui postingan ini saya ingin mengucapkan
.
.
.
selamat tinggal kawan. Thanks for everything you have done. And all the best. Maaf karena saya sering merepotkan. :-)

Tuesday, July 7, 2009

Fiuhh

Baru kali ini saya mesti belajar tentang telescopic method untuk memecahkan soal series dan sequence.

Baru kali ini jua saya berkutat dengan aneka cerita complex number dengan locus dan argumentnya secara lebih detail.

Baru kali ini saya bertualang dengan induksi matematika secara mendalam.

Dan baru kali ini jua saya benar-benar berpikir.... I'm really not that smart.

Gila!!! Materi pelajaran JC disini yang kompleks dibanding syllabus SMA Indo. Cukup membuat saya pusing tujuh keliling karena saya mesti suffer a lot of time and prepare more. Dan alhasil, saya pun jadi "terpaksa" belajar begitu banyak hal-hal baru dalam kurikulum matematika yang dulunya tidak pernah saya pelajari.

Sebuah hal yang melelahkan... sekaligus jadi tantangan yang menarik.

So far... I'm just so so... And I try to become better... day by day. Karena toh guru juga manusia biasa.

Monday, July 6, 2009

Setelah Hari Itu

Kira-kira hampir 2 minggu berlalu sejak "tragedi" itu. Dan untunglah ternyata kali ini kondisi yang ada sudah cukup membaik.

Pada akhirnya aku belajar, meski kejujuran memang terkadang menyakitkan... namun toh rasa sakit itu masih lebih baik daripada kondisi yang tak jelas dan mengawang-awang. Rasa sakit itu masih lebih baik daripada kondisi penuh kecurigaan dan asumsi negatif.

Aku disini memang hanya menjadi diriku apa adanya. Manusia biasa yang masih terlalu jauh dari kesempurnaan. Aku ingin berterima kasih untuk teman-teman terdekatku yang telah membantu aku melewati masa-masa ini.

Saturday, July 4, 2009

Karena Wanita Ingin Dimengerti

Jangan salahkan kami, kalau kami mendadak ngambek. Atau seringkali kami mendadak jadi sulit dimengerti. Jangan salahkan kami kalau kadang kami bermanja-manja tak karuan meski kami tahu pacar kami sedang sibuk dan begitu banyak deadline menunggu dirinya. Jangan salahkan kami kalau kami ingin ditelepon barang sebentar saja cukup untuk mendengar suara darinya. Meski kata-katanya sekedar ungkapan, apa kabar.

Kami ini berhak untuk ngambek. Dan hak untuk ngambek itu mutlak cuma milik kaum kami. Laki-laki ga boleh ngambek. Iya dunk. Masa laki-laki ngambek sih.

Jangan salahkan kami kalau kami kadang sengaja membuat pacar kami cemburu. Memanas-manasi bahwa ada laki-laki lain yang sedang mendekati kami. Mengatakan bahwa pacar kami kurang meluangkan waktu bagi kami meski kami tahu mereka telah berkorban cukup banyak bagi kami. Sebenarnya kami hanya ingin meyakinkan diri kami bahwa mereka menyayangi kami. Itu saja.

Wajah tampan mungkin bukan prioritas utama kami memilih pacar; sejauh mereka mampu memberikan kami kedamaian, ketentraman di batin. Sejauh mereka bisa membuat kami merasa nyaman dan senang. Sejauh mereka bisa menaklukkan hati kami. Setidaknya kami tidak seperti kaum laki-laki yang suka mengejar-ngejar kaum kami hanya karena kecantikan kami.

Kami ini suka kata-kata manis atau rayuan-rayuan gombal. Meski kami tahu itu gombal dan cuma bermaksud untuk meluluhlantakkan isi hati kami. Tapi kami suka itu. Padahal kami tahu bahwa itu mungkin saja menyiksa kami di kemudian hari. Aaaargh. Namun untuk laki-laki yang tidak kami suka, segala kata manis dan gombal pun malah terasa menjijikkan. Iiiih...

Sebenarnya kami tahu bahwa sebenarnya pacar kami telah cukup menyayangi kami dengan tulus. Mereka telah berusaha yang terbaik untuk menyenangkan kami. Masalahnya, kami cuma ingin dicintai. Kami ingin disayangi. Kami cuma ingin dimengerti dan diperhatikan. Kami suka kejutan-kejutan kecil yang bisa membuat hati kami meronta-ronta. Ach mungkin kami aneh. Atau mungkin kami memang bodoh. Tapi beginilah kami.

Ach entahlah.

* * *

Tulisan ini dibuat setelah melalui tahap interview dengan beberapa teman wanita plus beberapa sumber lain yang cukup bisa saya percaya. Benarkah demikian? Hmm, silakan saja tinggalkan comment di bawah.