Kembali lagi ke negeri kecil ini. Dan mulai kembali bekerja keras seperti sedia kala. Pesona liburan singkat itu kini telah selesai. Matahari di luar sudah tersenyum manis dan mengingatkan padaku untuk segera tersadar pada kehidupan rantau di negeri orang ini.
Talenta bangsa. Itulah kata kebanyakan orang. Itulah kebanyakan kata surat kabar. Saya sendiri bahkan tidak cukup sadar bahwa saya disebut sebagai talenta ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di negeri ini. Saya bahkan tidak cukup tahu bahwa banyak teman-teman seperti kami sesungguhnya memang diincar oleh negeri jiran ini. Saya bahkan tidak cukup tahu bahwa kami cukup bisa berkompetisi di dunia internasional, jika kami tidak pernah pergi kemari.
Mungkin benar, bahwa luar negeri mampu membuka wawasan. Mungkin benar bahwa kesempatan ini adalah sebuah harta yang tak ternilai. Sudah cukup lama saya berada di tanah rantau ini. Tujuh setengah tahun, nyaris genap delapan.
Kapan kamu kembali? Itu pertanyaan yang sering ditanyakan orang di tanah airku.
Aku sendiri belum tahu jawabannya. Setidaknya sampai tulisan ini ditulis, aku masih belum tahu. Tapi yang pasti, aku masih lebih cinta negeriku sendiri dibanding negeri rantau ini. Yang pasti, disanalah tempat aku masih bisa menyebut sebagai "home"
Wednesday, January 25, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment