" Bagaimana jika Herry sakit?"
Sebuah pertanyaan yang terucap dari orang tua murid yang satu itu seakan menyentak counter admin tempat saya bekerja. Iya, sebuah pertanyaan logis yang hadir dari seorang potential customer. Pertanyaan yang langsung diajukan seketika saat membalas dari sebuah marketing yang berlebih tentang seorang Herry yang katanya bisa mengajar subject apa saja dengan luar biasa hebatnya. Dan tak lupa dibumbui kata doktor di depannya untuk makin memberi kesan 'wah'. Berlebihan? Yah begitulah.
Sang manager pun tak bisa memberikan jawaban pasti untuk hal yang satu itu.
Tapi memang, orang tua murid yang satu itu tetap berpikiran logis. Bahwa seorang secerdas, sehebat, dan bertalenta bagaimanapun, masih mungkin untuk jatuh sakit. Mereka tahu, seorang istimewa yang digembar-gemborkan itu, yang katanya meraih gelar doktor di usia 24 tahun itu, tetap hanyalah manusia biasa. Punya keterbatasan.
Memang benar, kantor ini begitu mengandalkan saya. Tanpa adanya cadangan ataupun back up plan. Sejak buka sampai saat ini! Sulit untuk membayangkan seandainya saja saya orang yang tidak cukup punya tanggung jawab. Sulit untuk dibayangkan bagaimana caranya mengatasi jika suatu hari saya benar-benar tidak bisa masuk kerja.
Pertanyaan itu. Mungkin sekedar memberi peringatan. Bahwa plan B akan selalu penting untuk setiap kondisi apapun.
Jika saja...
Thursday, January 19, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment