Sunday, January 8, 2012

Promise

Respek. Dan janji. Jujur aja saya termasuk orang yang cukup keras tentang hal-hal yang semacam ini. Saya percaya tentang sebuah hal yang disebut respek. Dan respek pantas diberikan kepada orang yang berintegritas, yang bisa memegang kata-katanya. Seorang yang bisa menepati janji yang telah dibuat.

Mungkin saja memang ada tipikal orang yang terbiasa untuk datang terlambat dalam hal apapun. Menghilang tanpa mengabari. Bersikap santai acuh seolah tidak terjadi apa-apa meski mereka tahu itu salah. Tapi saya hanya tidak biasa dan tidak bisa untuk bersikap semacam itu. Saya akan sulit sekali bekerjasama dengan orang semacam itu.

Saya ingin menghargai waktu orang lain, dan sebisa mungkin saya tidak akan pernah terlambat. Untuk janji sekecil apapun itu. Dan kalaupun terlambat, tidak akan lebih dari 15 menit dari waktu yang dijanjikan. Dan saya sebisa mungkin berusaha mengabari lebih awal pada orang yang bersangkutan.

Saya tidak akan sembarangan mengatakan "I will" jika saya tidak yakin bahwa saya bisa menyelesaikannya. Karena kata-kata adalah sesuatu yang harus bisa dipegang. Lebih baik saya mengatakan sesuatu yang apa adanya daripada berbasa-basi dan menjanjikan sesuatu yang akhirnya tidak bisa saya penuhi.

Saya strict untuk urusan janji. Saya strict untuk urusan waktu. Dan saya cukup percaya bahwa setiap kesuksesan tidak akan datang secara tiba-tiba. Ia selalu dimulai melalui setiap hal-hal yang nampak kecil dan sederhana. Karena jika kamu disiplin pada hal-hal kecil, kamu akan memperoleh hal-hal yang lebih besar.

Don't blame me if I have to break an agreement just because of this "simple" matter. For me, breaking promise is not a simple matter. For me, coming late for an hour for a first appointment is not a simple matter.

It just determines what kind of person you are.

0 comments: